Tokoh Kepri Soroti Krisis Etika Generasi Muda, Pendidikan Pancasila Didorong Diperkuat

Batam Punya Peran Strategis

Dalam sambutannya, Rosano menegaskan wawasan kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan. Nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menurutnya, Indonesia dibangun di atas fondasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat fondasi tersebut harus terus dipahami dan diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Edy R Surbakti: Pariwisata Batam Tumbuh, Pelabuhan dan Sampah Jadi Titik Lemah

“Wawasan kebangsaan tidak boleh hanya menjadi sebuah pengetahuan, tetapi harus menjadi sikap, karakter, dan tindakan nyata dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan penguatan karakter dengan target Indonesia Emas 2045. Generasi muda saat ini akan menjadi penentu arah bangsa dalam dua dekade mendatang.

Karena itu, kemajuan ekonomi dan teknologi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan moral, etika, persatuan, serta rasa cinta terhadap tanah air.

Batam dinilai memiliki posisi strategis dalam konteks tersebut. Sebagai wilayah perbatasan sekaligus salah satu pintu gerbang Indonesia, Batam memiliki masyarakat yang sangat majemuk dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.

BACA JUGA:  Warga Empat Kelurahan Ini Nikmati Listrik Gratis di PLN Batam di Momen HLN ke-80

“Perbedaan tersebut bukanlah kelemahan. Perbedaan adalah kekuatan kita apabila kita mampu merawat persatuan. Inilah makna dari Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Rosano menyebut Indonesia merupakan negara dengan keberagaman yang sangat besar, terdiri atas ratusan kabupaten dan kota, 38 provinsi, sekitar 1.300 suku serta ratusan bahasa daerah.

Keberagaman tersebut, menurut dia, merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dialog di Batam diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan gagasan konkret untuk memperkuat karakter kebangsaan. Para narasumber dan peserta juga didorong memberikan kontribusi pemikiran agar wawasan kebangsaan semakin relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.

BACA JUGA:  Produksi 2.000 Ton Tin Solder per Tahun, PT Solder Tin Andalan Indonesia Resmi Beroperasi Batam

Pada akhirnya, pembangunan Indonesia tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang unggul secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, etika, toleransi, rasa persatuan, serta komitmen terhadap Pancasila dan NKRI.(iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *