Masa paling ideal untuk memulai terapi adalah saat anak berusia sekitar 18 bulan, ketika perkembangan otak sedang sangat aktif.
“Jika intervensi dilakukan sejak usia dini, sebelum masa pubertas, biasanya progresnya sudah mulai terlihat. Anak bisa mulai belajar berbicara, meskipun belum sempurna, tapi sudah bisa dipahami oleh orang lain,” jelasnya.
Sebaliknya, jika terapi baru dimulai setelah anak memasuki masa pubertas, proses perbaikan akan menjadi jauh lebih sulit. Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak lagi seoptimal pada usia dini.
Ia pun mengimbau para orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan dan terapi jika melihat tanda-tanda autisme pada anak. Intervensi sejak awal dinilai sebagai langkah paling efektif untuk membantu anak mencapai perkembangan yang lebih baik.
“Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk berkembang secara optimal,” tutupnya.(Iman Suryanto)








