Telkom Siapkan Strategi Baru Bangun Data Center AI, Bidik Efisiensi Energi

“Strategi kami sekarang adalah melihat situasi, ketersediaan listrik, dan berbagai faktor lainnya. Kami berfokus pada lokasi yang dekat dengan sumber energi, kemudian membangun pusat data di sekitar wilayah tersebut untuk mengurangi biaya dan penggunaan daya,” katanya.

Strategi tersebut juga membuka peluang bagi wilayah yang memiliki ketersediaan energi memadai untuk menarik investasi infrastruktur digital, selama didukung kesiapan jaringan telekomunikasi dan ekosistem pendukung lainnya.

Konektivitas Berkecepatan Tinggi Tetap Dibutuhkan

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  GoZero Sustainability, Aksi Nyata ESG Telkom Demi Masa Depan Berkelanjutan

Selain pasokan listrik, pengembangan pusat data AI membutuhkan jaringan konektivitas yang andal untuk mendukung pemrosesan data dan layanan digital.

Telkom menyatakan kesiapan membangun jaringan konektivitas pendukung di sekitar lokasi pusat data yang dikembangkan. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menopang kebutuhan komputasi sekaligus inference, yakni proses ketika model AI menghasilkan jawaban atau keluaran berdasarkan permintaan pengguna.

Layanan tersebut membutuhkan koneksi dengan latensi rendah agar pemrosesan data dan respons kepada pengguna dapat berlangsung cepat.

Karena itu, strategi pembangunan pusat data tidak hanya mempertimbangkan kedekatan dengan sumber energi, tetapi juga memperhitungkan ketersediaan jaringan, kebutuhan pelanggan, serta efisiensi operasional secara keseluruhan.

BACA JUGA:  500 Mahasiswa Antusias Ikuti Program Telkom Digistar Class 2024

Bagi industri telekomunikasi dan pusat data, meningkatnya permintaan komputasi AI menjadi peluang bisnis yang perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur energi dan konektivitas.

Dengan pendekatan pembangunan yang mempertimbangkan ketersediaan listrik sejak awal, Telkom berupaya memperkuat efisiensi investasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan layanan berbasis kecerdasan buatan.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *