ART Jadi Salah Satu Faktor Tarif Indonesia Lebih Rendah
Menurut Budi, posisi Indonesia yang memperoleh tarif 10% tidak terlepas dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah dicapai dengan AS.
Kesepakatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat posisi Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain yang masih melakukan negosiasi dengan pemerintah AS.
“Karena negara-negara lain sekarang masih ngejar ART, kita sudah selesai,” kata Budi.
Ia mencontohkan Thailand yang masih melakukan pembahasan untuk mendapatkan kesepakatan serupa dengan AS.
“Negara lain seperti kemarin ketemu Thailand ya, Mendag Thailand bilang akhir tahun ini terus akan rapat dengan Amerika untuk mendapatkan ART, sementara kita sudah selesai,” sambungnya.
Pemerintah Kejar Tarif Lebih Rendah
Meski tarif yang berlaku saat ini sebesar 10%, pemerintah Indonesia masih berupaya mendapatkan tarif perdagangan yang lebih rendah.
Budi mengatakan pemerintah akan terus melakukan komunikasi dan negosiasi untuk memperbaiki akses pasar produk Indonesia di AS, termasuk bagi sejumlah komoditas unggulan.
“Ya sementara kan itu masih berlaku, tapi kan semua berkembang, tapi kita akan mengejar untuk lebih banyak lagi mendapatkan tarif yang lebih bagus,” tutup Budi.
Kebijakan tarif tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah mengingat pasar AS merupakan salah satu tujuan penting bagi ekspor Indonesia. Pemerintah pun terus berupaya menjaga daya saing produk nasional sekaligus memperoleh kondisi perdagangan yang lebih menguntungkan bagi eksportir Indonesia.
SUMBER: DETIK










