“Yang paling penting, perempuan tani memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan serta kemandirian ekonominya,” katanya.
Program smart farming di Batam juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).
Di antaranya SDG 1 terkait pengentasan kemiskinan, SDG 2 tentang ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, serta SDG 5 mengenai kesetaraan gender.
Program ini juga berkaitan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 mengenai inovasi dan infrastruktur, serta SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dari sisi lingkungan, efisiensi penggunaan pupuk dan sumber daya dalam kegiatan budidaya turut mendukung agenda SDG 13 terkait penanganan perubahan iklim.
Jika dilihat dari kerangka ESG, program tersebut sekaligus menggabungkan tiga aspek. Aspek lingkungan diwujudkan melalui efisiensi penggunaan input dan pemanfaatan energi terbarukan.
Aspek sosial diwujudkan melalui pemberdayaan perempuan. Sementara aspek tata kelola diperkuat melalui peningkatan kemampuan manajemen dan pengelolaan usaha pertanian.













