Singapura Berencana Gabungkan 3 Pulau Lewat Reklamasi, Ini Profil Semakau, Bukom dan Sudong

Profil Pulau Bukom

Berbeda dengan Semakau, Pulau Bukom dikenal sebagai salah satu kawasan penting bagi industri energi Singapura.

Pulau ini berada sekitar 5,5 kilometer di barat daya daratan utama Singapura.

Pulau Bukom menjadi lokasi kompleks fasilitas minyak dan petrokimia yang mencakup produksi bahan bakar, minyak dasar pelumas, hingga bahan kimia khusus.

Bacaan Lainnya

Pulau tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Pulau Bukom Besar. Pada 1995, kata “Besar” secara resmi dihapus dari namanya.

BACA JUGA:  OJK Genjot Digitalisasi Keuangan Syariah di Kepri, Akses Masyarakat Makin Luas

Seiring pengembangan dan reklamasi lahan, kompleks petrokimia di kawasan tersebut kemudian meluas hingga mencakup gugusan pulau seperti Bukom Besar, Bukom Kechil, Pulau Ular, dan Pulau Busing.

Profil Pulau Sudong

Sementara itu, Pulau Sudong berada di lepas pantai bagian selatan Singapura.

Pulau tersebut masuk dalam klasifikasi salah satu Pulau Barat berdasarkan Rencana Konsep 1997 yang disusun Urban Redevelopment Authority.

Berdasarkan catatan survei Selat Singapura pada 1946, Pulau Sudong memiliki ketinggian sekitar 55 kaki hingga bagian puncak pepohonan.

Pulau tersebut juga berada di ujung timur gugusan terumbu karang yang cukup luas. Sebagian permukaan terumbu dapat terlihat ketika air laut mengalami surut.

BACA JUGA:  OJK Genjot Ketangguhan Pasar Modal, Bidik Peran Lebih Besar bagi Pembiayaan Nasional

Pada 2013, luas Pulau Sudong tercatat sekitar 208,5 hektare.

Sejak dekade 1980-an, pulau ini telah ditetapkan sebagai kawasan latihan penembakan dengan peluru tajam oleh Angkatan Bersenjata Singapura.

Jadi Kawasan Industri Baru Singapura

Jika terealisasi, penggabungan Pulau Semakau, Pulau Bukom dan Pulau Sudong akan menciptakan kawasan daratan baru di selatan Singapura.

Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Singapura dalam menyediakan ruang bagi pengembangan industri, energi, serta teknologi masa depan.

Rencana itu juga menunjukkan bagaimana Singapura terus memanfaatkan reklamasi untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat industri dan energi di kawasan.

BACA JUGA:  XL SATU Hadirkan Penawaran Spesial April, 'Banyak Bonus Berlimpah'

SUMBER: DETIK

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *