Siapkan SDM Lokal Hadapi Tantangan Industri, Disnaker Batam Buka 1.984 Pelatihan Gratis

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto
Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto

Tak hanya fokus pada keterampilan teknis, Disnaker Batam juga memberikan perhatian serius pada penguatan kemampuan bahasa asing. Hal ini dinilai krusial mengingat Batam merupakan kawasan industri internasional yang banyak bekerja sama dengan perusahaan asing.

Menurut Yudi, kendala terbesar pencari kerja di Batam saat ini bukan lagi pada keterampilan teknis, melainkan pada penguasaan bahasa.

“Kalau skill, sebenarnya banyak yang sudah punya kompetensi. Tantangan utama justru di bahasa. Ini yang harus kita perkuat agar mereka bisa bersaing,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dorong Ekonomi Hijau, OJK Luncurkan Buku Perdagangan Karbon

Karena itu, Disnaker Batam membuka pelatihan Bahasa Inggris dalam dua kategori, yakni kelas umum dan kelas khusus keperawatan. Selain itu, tersedia pula pelatihan Bahasa Jepang, Mandarin, dan Korea, yang sangat relevan dengan karakter investasi di Batam.

Sejalan dengan profil Batam sebagai kota industri, pelatihan teknis juga menjadi prioritas. Disnaker menyediakan berbagai program pengelasan dan welding dalam beragam level, termasuk welding inspector, yang selama ini sangat dibutuhkan perusahaan galangan kapal dan sektor migas.

Selain itu, tersedia pula pelatihan forklift, tata boga, hingga menjahit dengan berbagai spesialisasi.

“Yang paling banyak diminati itu K3 umum, forklift, las, dan welding inspector. Itu memang sangat dibutuhkan di sektor industri, shipyard, migas, dan sektor lainnya di Batam,” ungkap Yudi.

BACA JUGA:  Wawako Li Claudia Gandeng DPRD Kota Batam Serahkan Bantuan Sosial Bagi Lansia

Tingginya minat pencari kerja terhadap pelatihan ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kami harap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Pilih pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, supaya setelah selesai pelatihan bisa langsung terserap ke dunia kerja,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi katalis penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi nasional. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *