“Tidak boleh ada kerja sendiri-sendiri. Program ini hanya akan berhasil jika dijalankan secara terintegrasi, responsif, dan saling menguatkan. Koordinasi bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa evaluasi harus menjadi instrumen perbaikan, bukan sekadar rutinitas.
“Kita tidak boleh puas pada program yang hanya berjalan. Target kita adalah program yang berdampak. MBG harus menjadi model layanan yang adaptif, presisi, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Firmansyah.
Rapat ini diikuti oleh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari upaya konsolidasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat sinergi, serta menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya hadir, tetapi juga relevan, berkualitas, dan berdaya saing.
Dengan semangat kolaborasi dan akselerasi, Batam terus bergerak mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan berorientasi pada hasil. (***)










