Tentu pemerintah daerah harus realistis dalam menyusun pembiayaan. Kemampuan APBD Natuna memiliki keterbatasan dan struktur pendapatannya masih sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Karena itu, pembangunan venue dan kebutuhan penyelenggaraan POPDA tidak seharusnya seluruhnya dibebankan kepada APBD Natuna. Pemerintah Provinsi Kepri harus mengambil peran lebih besar, dan dukungan pemerintah pusat juga perlu diperjuangkan melalui program pembangunan fasilitas olahraga, konektivitas, transportasi serta pengembangan kawasan perbatasan.
Justru karena keterbatasan itulah diperlukan keberanian menyusun skema pembiayaan yang kreatif, bertahap dan terukur. Mana fasilitas yang harus dibangun permanen, mana yang cukup direnovasi, mana yang dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, semuanya harus dipetakan sejak awal. Jangan sampai setelah POPDA selesai, fasilitas olahraga menjadi bangunan yang kembali sepi dan tidak terurus.
Di balik segala keterbatasannya, Natuna memiliki kelebihan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Alamnya adalah kekuatan besar. Natuna merupakan laboratorium maritim sekaligus kawasan yang menyimpan kekayaan geowisata luar biasa.
Geopark Natuna yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 29 November 2018 memiliki sejumlah geosite utama, antara lain Bukit Senubing, Pulau Senua, Goa dan Pantai Kamak, Tanjung Datuk, Gunung Ranai, Pantai Batu Kasah, Pulau Akar dan Pulau Setanau.
Di sekitar Ranai saja terdapat banyak destinasi yang dapat menjadi bagian dari pengalaman para kontingen. Ada Alif Stone Park di Desa Sepempang, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Ranai, dengan hamparan batu granit raksasa yang berdiri di tepian laut.
Ada Pantai Piwang di pusat kota, Tanjung Senubing yang letaknya relatif dekat dari Ranai, Pulau Senua dengan pasir putih dan laut jernih, Air Terjun Gunung Ranai, Pantai Sengiap, Pantai Sahi dan berbagai destinasi lain yang menawarkan karakter alam Natuna yang khas.
