Menyulam Asa dari Negeri Bunda Tanah Melayu, Pariwisata Lingga Berbenah di Tengah Keterbatasan

IDNNEWS.CO.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga terus mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata berbasis digital guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat peran UMKM lokal.

Dalam paparan Forum Group Discussion (FGD) Pariwisata Lingga bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri dan ISEI Cabang Batam beberapa waktu lalu, pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan kini tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas wisata, keselamatan, serta dampak ekonomi riil bagi masyarakat.

Data menunjukkan destinasi wisata air masih mendominasi kunjungan, seperti Pemandian Batu Ampar dengan 10.131 kunjungan, disusul Pemandian Air Panas dan Air Terjun Resun.

Bacaan Lainnya

Namun, destinasi pulau seperti Berhala dan Benan mencatat retribusi lebih tinggi per kunjungan, menandakan peluang besar pada segmen wisata premium dan minat khusus.

Di sisi lain, upaya digitalisasi mulai dilakukan melalui penerapan sistem Lingga Smart Retribusi (LSR) sejak Mei 2026 yang akan dikembangkan dengan integrasi pembayaran digital seperti QRIS serta platform promosi wisata berbasis aplikasi.

Meski memiliki potensi besar, sektor pariwisata Lingga masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dan kendala struktural. Keterbatasan kemampuan fiskal daerah (APBD) menjadi hambatan utama dalam pembangunan dan optimalisasi destinasi wisata.

Pos terkait