Salut untuk Natuna: Saatnya POPDA XI Kepri Jadi Panggung Kebangkitan Olahraga di Perbatasan

Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar
Pengamat Pariwisata Kepri sekaligus mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar

Karena itu, POPDA XI nantinya harus dipandang sebagai perjalanan olahraga sekaligus perjalanan kebangsaan. Anak-anak pelajar Kepri datang bertanding, tetapi pada saat yang sama mereka sedang menyaksikan secara langsung wajah Indonesia di kawasan perbatasan.

Dalam konteks itulah langkah cepat Bupati Natuna Cen Sui Lan yang langsung menggelar rapat internal untuk mempersiapkan penyelenggaraan patut diapresiasi. Waktu dua tahun memang terlihat panjang, tetapi sesungguhnya sangat singkat untuk menyiapkan sebuah event olahraga tingkat provinsi yang melibatkan tujuh kabupaten dan kota.

Apalagi POPDA X di Karimun baru saja selesai, sehingga pengalaman dan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya harus segera dijadikan bahan untuk menyiapkan Natuna 2028.

Bacaan Lainnya

Tantangan Natuna tentu tidak kecil. Salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah ketersediaan fasilitas olahraga. Natuna masih membutuhkan kolam renang yang memenuhi standar pertandingan, stadion dengan fasilitas atletik yang memadai, serta gedung olahraga tertutup yang representatif untuk berbagai cabang olahraga.

Karena itu, persiapan tidak boleh dilakukan dengan pola kerja menjelang hari-H. Time schedule harus disusun sejak sekarang, lengkap dengan target pembangunan, renovasi, pengadaan peralatan, uji kelayakan venue, hingga simulasi penyelenggaraan.

Pembangunan fasilitas olahraga juga jangan dipandang sebagai proyek sesaat untuk memenuhi kebutuhan POPDA. Inilah kesempatan emas untuk meninggalkan warisan olahraga bagi Natuna. Venue yang dibangun hari ini harus dapat digunakan bertahun-tahun setelah POPDA berakhir.

Anak-anak Natuna harus menjadi penerima manfaat utama. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton ketika atlet dari kabupaten dan kota lain datang bertanding di tanah mereka sendiri.

Persoalan transportasi juga harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah perlu membangun komunikasi sejak dini dengan PT Pelni, operator transportasi laut, maskapai penerbangan, serta berbagai pihak terkait agar mobilitas kontingen berjalan lancar.

Harga tiket pesawat yang relatif tinggi juga perlu dicarikan solusi bersama. Jangan sampai jarak geografis dan mahalnya biaya transportasi menjadi beban bagi kontingen yang datang ke Natuna. Pemerintah Provinsi Kepri harus hadir karena POPDA adalah agenda provinsi, bukan semata-mata agenda Kabupaten Natuna.

Untuk urusan kepanitiaan, Natuna sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Sebagai wilayah strategis dan perbatasan negara, Natuna memiliki struktur pertahanan dan keamanan yang lengkap, mulai dari Kodim 0318 Natuna, Lanal Ranai, Lanud Raden Sadjad, Skadron Udara 52, Batalyon Komposit 1 Gardapati, Satuan Radar 212 Ranai, Detasemen Pertahanan Udara 477 Kopasgat, unsur Koarmada I, Polres Natuna, Basarnas hingga BPBD Natuna. Kekuatan kelembagaan tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun koordinasi, keamanan, kedisiplinan, kesiapsiagaan dan pelayanan selama POPDA berlangsung.

Pos terkait