Sagu Jadi Mesin Ekonomi Baru, BUMDes Panggak Laut Mampu Produksi Ikuti Permintaan Pasar

“Terus terang saja, dulu kendala kami itu modal. Tanpa bantuan, mungkin usaha ini belum berjalan seperti sekarang,” ungkapnya.

Perubahan signifikan mulai terasa sejak hadirnya dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri. Tak hanya akses permodalan, berbagai bantuan juga diberikan, mulai dari alat produksi hingga fasilitas pengemasan.

“Alhamdulillah, dukungan BI luar biasa. Kami dibantu modal, alat packing, bahkan kendaraan operasional. Ini sangat membantu masyarakat desa,” kata Mawardi.

Bacaan Lainnya

Program pembinaan yang telah berjalan hampir tiga tahun ini menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat dapat mendorong ekonomi desa naik kelas. Dari sekadar produksi tradisional, kini BUMDes Karya Mandiri mulai bergerak menuju usaha yang lebih terstruktur dan berorientasi pasar.

Kisah dari Panggak Laut ini menjadi potret kecil bagaimana ekonomi kerakyatan bisa tumbuh jika diberi ruang, akses, dan pendampingan. Sagu yang dulu hanya menjadi konsumsi lokal, kini perlahan menjelma menjadi komoditas ekonomi yang menghidupi banyak orang.

Di tengah tantangan keterbatasan dan ketergantungan alam, harapan itu tetap menyala dan menguat bersama setiap butir sagu yang dikeringkan di bawah terik matahari. (Iman Suryanto)

Pos terkait