Mengantisipasi kepadatan pada jam-jam sibuk, pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk datang minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Hang Nadim Batam diketahui memiliki tiga periode puncak penerbangan, yakni pagi, siang, dan sore hari.
Dari sisi fasilitas, bandara tetap mengoperasikan 28 counter check-in domestik dan internasional, serta didukung oleh 8 mesin kiosk self check-in. Fasilitas ini ditujukan untuk mempercepat proses bagi penumpang tanpa bagasi atau yang hanya membawa barang kabin.
“Self check-in ini sangat membantu mengurangi antrean, khususnya bagi penumpang yang hanya membawa ransel atau tas kecil,” jelas Annang.
Selain itu, petugas keamanan dan layanan pelanggan juga disiagakan untuk mengatur arus penumpang, termasuk mengarahkan penumpang yang sudah check-in langsung ke ruang tunggu, sementara penumpang dengan waktu keberangkatan masih longgar dapat menikmati area komersial bandara.
Untuk penerbangan internasional, Annang menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat penambahan rute. Bandara Hang Nadim Batam masih melayani tiga rute internasional, yakni Incheon (Korea Selatan) melalui Jeju Air setiap Rabu dan Sabtu, Kuala Lumpur setiap hari, serta Jeddah untuk penerbangan umrah setiap hari Sabtu.
“Untuk internasional masih berjalan normal sesuai jadwal. Penambahan rute belum ada, namun kami sedang menyiapkan strategi pembukaan rute internasional baru di tahun 2026,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tren Nataru cenderung didominasi oleh penumpang domestik. Pergerakan penumpang internasional biasanya tidak mengalami lonjakan signifikan, dengan rata-rata 150–170 penumpang per penerbangan menggunakan pesawat berbadan sedang.









