IDNNEWS.CO.ID, BATAM – BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Deputi Bidang Infrastruktur resmi memulai rangkaian awal pembangunan dan penataan Kawasan Nagoya Heritage, sebuah proyek strategis yang diproyeksikan menjadi koridor wisata baru, pusat UMKM modern, dan ikon wajah baru Kota Batam.
Pengembangan ini merupakan bagian dari program besar penguatan 5 Wilayah Pengembangan Prioritas (WPP) yang dicanangkan BP Batam.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto memimpin langsung survei lapangan yang melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari instansi teknis BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Dinas Pariwisata, perwakilan asosiasi pedagang, hingga mitra perbankan BRI.
“Survei hari ini adalah langkah awal untuk memotret kebutuhan nyata di lapangan. Kawasan Nagoya Heritage akan kita tata dari Harbour Bay hingga Pakuwa, dengan panjang sekitar 4,7 kilometer. Ini akan menjadi koridor wisata urban baru yang representatif bagi Batam,” jelas Mouris.




Melalui proyek Nagoya Heritage, BP Batam ingin mendorong transformasi kawasan pusat kota menjadi ruang publik modern yang terintegrasi dengan pusat kuliner, area belanja, ruang UMKM, pedestrian ramah pejalan kaki, dan estetika kota yang tertib serta hidup.
“Konsepnya seperti Mokobel City tetapi dengan karakter Batam. Kita ingin menghadirkan kawasan yang punya identitas baru—tempat orang berjalan kaki dengan aman, berwisata kuliner, berbelanja barang kreatif, dan merasakan atmosfer kota yang lebih berbudaya dan tertata,” ujar Mouris.
Ruang yang selama ini kurang tertata akan direvitalisasi secara menyeluruh melalui Penataan kembali jalur pedestrian dan area jalan kaki, penyediaan kantong parkir terstruktur, reposisi area UMKM dan PKL agar lebih rapi, perbaikan drainase dan infrastruktur dasar.
Selain itu, revitalisasi kios, signage, dan tata ruang depan toko, penerapan zona khusus pedestrian yang bebas dari kendaraan, hingga penataan sistem kebersihan, keamanan, dan pengelolaan kawasan.
Mouris juga menegaskan bahwa penataan tidak hanya akan memberi dampak visual, melainkan juga dampak ekonomi yang signifikan.









