Ekonom menilai langkah ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan pergeseran rantai pasok dunia.
Saat ini, Indonesia telah memiliki 22 KEK yang tersebar di berbagai wilayah dengan fokus sektor berbeda. Antara lain;
KEK Industri
1. KEK Arun Lhokseumawe – Petrokimia dan logistik
2. KEK Sei Mangkei – Hilirisasi sawit dan karet
3. KEK Galang Batang – Hilirisasi bauksit
4. KEK Kendal – Tekstil, otomotif, elektronik
5. KEK Gresik – Metal, kimia, energi
6. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan – Sawit, energi, kayu
7. KEK Palu – Logam dasar
8. KEK Bitung – Perikanan dan kelapa
9. KEK Morotai – Perikanan dan pariwisata
10. KEK Sorong – Nikel dan hasil hutan
11. KEK Tanjung Sauh – Energi dan logistik
12. KEK Setangga – Kawasan industri dan energi
KEK Pariwisata
1. KEK Tanjung Kelayang
2. KEK Tanjung Lesung
3. KEK Lido
4. KEK Kura-Kura Bali
5. KEK Mandalika
6. KEK Likupang
KEK Digital
1. KEK Nongsa – Ekonomi digital & teknologi
2. KEK Singhasari – Teknologi dan pendidikan
KEK Jasa Lainnya
1. KEK Batam Aero Technic – MRO pesawat
2. KEK Sanur – Kesehatan dan pariwisata










