Refleksi 55 Tahun BP Batam: Menghubungkan Investasi dengan Kesejahteraan Masyarakat

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia harus saling memperkuat agar kesempatan menikmati kemajuan semakin terbuka bagi seluruh warga.

Kemajuan kesejahteraan juga terlihat dari tingkat kemiskinan yang turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 8,14 persen pada 2023, menjadi 7,68 persen pada 2024, kemudian 7,57 persen pada 2025.

Capaian tersebut layak dihargai tanpa mengabaikan keluarga berpendapatan tidak menentu dan pencari kerja yang masih menunggu kesempatan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Tebar Kepedulian, Daging Kurban 33 Hewan Disalurkan kepada Masyarakat

Penurunan kemiskinan dipengaruhi banyak faktor, termasuk pekerjaan, perlindungan sosial, pemberdayaan, serta perjuangan masyarakat sendiri.

Angka investasi menunjukkan besarnya kegiatan ekonomi. Kehidupan warga memperlihatkan sejauh mana manfaatnya dirasakan.

Semangat mempertemukan pertumbuhan dengan kebutuhan warga itu pula yang saya bawa ketika mengunjungi fasilitas K-water di kawasan Danau Sihwa.

Pengalaman Korea Selatan memberikan pelajaran tentang pentingnya merencanakan kebutuhan air industri dan masyarakat secara terpadu.

Di Sihwa–Siheung dan Ansan, layanan air dibedakan sesuai peruntukannya: air industri untuk Kawasan Industri Sihwa dan air domestik untuk permukiman di Siheung dan Ansan. Pendekatan ini mengingatkan bahwa kapasitas, kualitas, dan distribusi harus dirancang agar pertumbuhan industri berjalan bersama pemenuhan kebutuhan dasar warga.

BACA JUGA:  BP Batam Pastikan Aktivitas Pematangan Lahan di Belakang Stasiun Gas Panaran Sudah Dihentikan

Sementara itu, di Kawasan Industri Daesan, Kota Seosan, K-water mengembangkan desalinasi dengan teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis), yang memisahkan garam dari air laut menggunakan membran bertekanan tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *