Realisasi BPHTB Tembus Rp541 Miliar, Pemko Batam Perkuat Sistem Pajak Daerah

“Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Kepatuhan masyarakat meningkat, sistem berjalan lebih efektif, dan koordinasi antar pemangku kepentingan semakin baik,” katanya.

Meski demikian, Firmansyah mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Justru sebaliknya, capaian tersebut harus dijadikan momentum untuk terus memperkuat sistem, memperbaiki kelemahan, serta meningkatkan mutu layanan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ini harus dijaga. Kita tidak boleh berhenti berbenah, karena keberlanjutan penerimaan daerah yang sehat dan berkeadilan sangat bergantung pada konsistensi sistem dan kualitas layanan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Amsakar Hadiri Rakornas TPAKD 2025, Dorong Penguatan Akses Keuangan demi Ekonomi Kerakyatan

Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem BPHTB merupakan bagian dari agenda besar reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola keuangan daerah. Untuk itu, dibutuhkan kesamaan persepsi, kedisiplinan dalam implementasi regulasi, serta komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah.

“BPHTB adalah instrumen fiskal yang sensitif. Jika dikelola dengan sistem yang kuat dan transparan, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan publik,” ujarnya.

Rapat teknis ini diikuti oleh perangkat daerah terkait, narasumber teknis, serta para notaris yang memiliki peran strategis dalam proses peralihan hak atas tanah dan bangunan. Kehadiran notaris dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman regulasi, serta memastikan pelaksanaan BPHTB berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:  Dorong UMKM Bangkit, Batam Gulirkan Pinjaman Tanpa Bunga dan Agunan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *