IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri kembali menggulirkan agenda tahunan bertajuk Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026.
Dimana kegiatan ini menjadi strategi konkret menggerakkan ekonomi daerah selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang bazar musiman, melainkan dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menyatukan penguatan UMKM, ekonomi kreatif, layanan publik, hingga edukasi keuangan syariah dalam satu kawasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bazar Ramadan yang berlangsung mulai 20 Februari hingga 14 Maret 2026. Sementara puncak kegiatan KURMA 2026 digelar pada 2–8 Maret 2026 di Kawasan Gurindam 12, tepatnya di Halaman Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira menegaskan, bahwa KURMA 2026 menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi syariah sekaligus pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Menurut Luki, KURMA harus menjadi ruang bertemunya ekonomi rakyat, pelayanan publik, dan syiar Ramadan dalam satu kawasan terpadu. Pemerintah ingin memastikan bahwa momentum Ramadan benar-benar memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Kepri. Melalui KURMA 2026, kita ingin mendorong perputaran ekonomi lokal semakin meningkat dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
