“UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui forum APPSI ini kita berharap lahir berbagai kebijakan dan kolaborasi yang mampu mendorong UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau, agar semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.
Ia juga berharap hasil Raker APPSI tidak berhenti pada tataran rekomendasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di daerah.
“Kami ingin UMKM Kepri semakin inovatif, memanfaatkan digitalisasi, memperluas jaringan pemasaran, serta mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin berkualitas dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” tambahnya.
Nyanyang menilai sinergi antarpemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan UMKM. Melalui forum APPSI, berbagai praktik terbaik (best practices) dari setiap daerah dapat saling dipelajari dan diadaptasi sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Bagi Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, penguatan UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Raker APPSI 2026 juga diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis kepada pemerintah pusat terkait kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi Indonesia dari daerah. (Iman Suryanto)
