“VinGroup tidak sekadar membangun proyek. Mereka membangun ekosistem. Ketika kawasan, industri, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan mobilitas saling terhubung, maka investasi akan terus menciptakan nilai baru,” ujar Fary.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi referensi penting bagi Batam dalam menghadapi persaingan investasi global yang kini semakin kompetitif.
Apalagi, ekspansi VinGroup melalui anak usahanya, VinFast, mulai menyasar Indonesia dengan membangun ekosistem kendaraan listrik yang mencakup fasilitas produksi, jaringan distribusi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Bersama V-GREEN dan mitra strategisnya, VinFast menargetkan pembangunan sekitar 63.000 titik pengisian kendaraan listrik (EV Charging Station) di Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$300 juta, termasuk rencana pengembangannya di Batam.
Bagi BP Batam, investasi tersebut membuka peluang besar bagi Batam untuk berkembang sebagai pusat industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat rantai pasok industri hijau di kawasan Asia Tenggara.
Fary menegaskan, yang ingin dibangun bukan sekadar menghadirkan pabrik kendaraan listrik, melainkan membentuk ekosistem industri yang lengkap.
