IDNNews.co.id, BATAM — Industri pariwisata Kepulauan Riau kembali tercoreng. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kepri akhirnya angkat bicara menyikapi praktik tidak etis oknum pramuwisata yang nekat menyerobot tamu milik travel agen di Batam. Aksi tersebut dinilai bukan hanya pelanggaran etika profesi, tetapi juga ancaman serius bagi ekosistem bisnis pariwisata dan kepercayaan mitra luar negeri.
Kasus ini mencuat setelah seorang pelaku usaha tour and travel di Batam, Nurul, mengungkap dugaan pengkhianatan yang dilakukan pramuwisata yang masih aktif bekerja di perusahaannya. Oknum tersebut diduga mengambil alih tamu dari mitra Singapura untuk keuntungan pribadi.
“Ini bukan tamu kecil, ini paket besar. Dia masih pakai seragam kami, masih bekerja dengan kami, tapi komunikasi dari agen luar diterima atas nama travel kami dan tidak pernah dilaporkan,” ungkap Nurul dengan nada kecewa dalam diskusi santai dengan awak media pada Sabtu(4/1/2026).
Dalam industri pariwisata, kepercayaan merupakan modal utama. Menurut Nurul, membangun relasi dengan mitra luar negeri membutuhkan waktu panjang, reputasi, dan konsistensi layanan. Namun, kepercayaan tersebut bisa runtuh hanya karena ulah satu oknum.
Praktik “serobot tamu” bukan sekadar persoalan moral, tetapi berdampak langsung pada arus bisnis, stabilitas kerja sama internasional, serta citra pariwisata Batam sebagai pintu gerbang wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas HPI Provinsi Kepri, Abdi Natigor Simatupang, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap kode etik pramuwisata.









