“Isu Universitas Terapan merupakan isu yang sangat layak dan akan terus digaungkan, sejalan dengan aspirasi yang pernah disampaikan Pelita Indonesia secara resmi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Komisi X DPR RI. Terlebih lagi, RUU Sisdiknas saat ini masih membutuhkan berbagai saran, kritik, dan masukan substantif,” ujar Ginanjar.
Guna memperkaya wawasan dalam penyusunan program kerja organisasi ke depan, Rakernas V ini diisi oleh sejumlah sesi pembekalan materi (inspiring session).
Sesi tersebut menghadirkan pemaparan terkait “Arah dan Kebijakan Pemerintah Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan” oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra, serta telaah akademis mengenai “Menakar Kesetaraan Universitas dan Universitas Terapan” oleh Guru Besar Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D.
Selain perspektif regulasi dan akademik, hadir pula perwakilan Google Indonesia, M. Edward Ranggong, yang membawakan materi “Mempersiapkan Ekosistem Universitas Terapan Berbasis Teknologi”.
Agenda pembekalan ini juga dilengkapi sesi berbagi praktik baik (sharing session) pengelolaan kelembagaan oleh jajaran pimpinan kampus terapan, yakni Direktur Politeknik ATMI Surakarta, Direktur Politeknik IDN, dan Direktur Politeknik Dewantara. Berbagai materi dan diskusi panel tersebut diarahkan menjadi landasan perumusan program kerja tahunan Pelita Indonesia.
Terpisah, Ketua Umum Pelita Indonesia, Shalfi Andri, menegaskan bahwa Rakernas merupakan agenda tahunan yang krusial untuk menjaga arah keberlanjutan organisasi dan kontribusinya bagi pendidikan vokasi nasional.











