Energi matahari menawarkan pendekatan berbeda. Setelah infrastruktur pembangkit dan penyimpanan tersedia, biaya operasionalnya relatif lebih rendah karena sumber energinya tersedia secara alami.
“PLTS lebih hemat dalam operasional dan lebih ramah lingkungan,” ujar Darwin.
Meski demikian, transisi menuju energi surya bukan tanpa tantangan. Investasi awal pembangunan PLTS relatif besar karena mencakup panel surya, baterai penyimpanan, sistem kelistrikan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Artinya, pengembangan PLTS di wilayah terpencil masih membutuhkan dukungan pemerintah dan badan usaha agar biaya investasi dapat ditanggung secara berkelanjutan.
Bagi Kepri, persoalan tersebut menjadi semakin strategis karena elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah tangga. Ketersediaan listrik juga menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi masyarakat pulau, mulai dari perdagangan, usaha kecil, perikanan, hingga layanan publik.
Listrik yang lebih andal pada akhirnya dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan kegiatan ekonomi setelah matahari terbenam.
Kepri Terang Didorong ke Pulau Terluar
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama PLN berencana memperluas pemanfaatan PLTS komunal melalui program Kepri Terang.











