Model PLTS yang diterapkan di sejumlah pulau tersebut menggunakan sistem off-grid, yakni pembangkit tidak bergantung pada jaringan listrik utama.
Panel surya menangkap energi matahari pada siang hari. Energi tersebut kemudian disimpan dalam bank baterai untuk digunakan ketika malam hari atau saat panel tidak menghasilkan listrik.
Model ini menjadi penting bagi pulau-pulau kecil karena masyarakat tidak harus menunggu pembangunan jaringan kabel dari pulau utama untuk mendapatkan akses listrik.
Pada saat yang sama, baterai menjadi komponen vital dalam sistem tersebut. Kapasitas penyimpanan menentukan kemampuan pembangkit mempertahankan pasokan listrik ketika produksi energi surya turun akibat cuaca.
Untuk menjaga keandalan pasokan, pemerintah juga menyiapkan pembangkit cadangan.
“Kami menyiapkan genset sebagai cadangan apabila PLTS tidak memperoleh energi matahari yang cukup,” kata Darwin.
Energi Bersih, Beban Operasional Lebih Rendah
Pengembangan PLTS juga memiliki dimensi ekonomi. Bagi wilayah kepulauan, penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak menghadapi persoalan biaya logistik karena bahan bakar harus didistribusikan ke lokasi-lokasi yang terpisah oleh laut.











