PLTS 1 MWp Semburlaut Batam Mulai Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Rantai ekonomi itu juga direncanakan berkembang ke sektor perikanan budidaya melalui keramba apung.

Jika berbagai unit usaha tersebut berjalan secara terintegrasi, koperasi tidak hanya menjadi pengelola listrik, tetapi juga menjadi simpul kegiatan ekonomi masyarakat.

Dari energi, bergerak ke produksi. Dari produksi, masuk ke penyimpanan. Selanjutnya, hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Lestarikan Lingkungan, BP Batam dan PT TDK Tanam 200 Pohon Bambu

Bagi Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), ukuran keberhasilan proyek Semburlaut bukan sekadar berapa besar kapasitas listrik yang mampu dihasilkan.

Direktur Utama PNRE Jhon Anis mengatakan tujuan utama proyek adalah memastikan listrik benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Konsep tersebut dikenal sebagai productive use of electricity, yakni pemanfaatan energi untuk menggerakkan kegiatan ekonomi.

“Yang penting adalah bagaimana listrik ini membuat usaha dan juga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Jhon.

Menurut dia, manfaat tersebut mulai terlihat dari pengembangan fasilitas pendukung kegiatan nelayan seperti pabrik es dan cold storage.

Namun, peluang ekonominya tidak berhenti di sana. Keberadaan listrik membuka kemungkinan pengembangan industri pengolahan hasil perikanan di Semburlaut, mulai dari pengolahan ikan, pengalengan hingga produksi tepung ikan.

BACA JUGA:  HKI Bangun Kantor Perwakilan di 8 Negara, Percepat Arus Investasi ke Indonesia

“Suatu saat nanti ada pengalengan ikan atau produk-produk lainnya, tepung ikan, baik melalui penangkapan ataupun budidaya. Ini bisa terjadi karena ada kehadiran listrik,” kata Jhon.

Jika tahap tersebut terealisasi, hasil laut masyarakat tidak lagi hanya dijual sebagai komoditas mentah. Sebagian dapat diproses menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Pola inilah yang kemudian diharapkan dapat direplikasi ke daerah kepulauan lain dengan menyesuaikan potensi ekonomi lokal.

Transformasi ekonomi di Semburlaut juga menyentuh sisi lain yang tidak kalah penting: sumber daya manusia.

Enam anak muda asli Pulau Sembur telah mendapatkan pelatihan teknis untuk mengoperasikan PLTS. Mereka juga menjalani sertifikasi kompetensi yang didukung Kementerian ESDM.

BACA JUGA:  Tinjau Klinik Baloi, Deputi Bidang Pelayanan Umum Harapkan Peningkatan Mutu Pelayanan dan Fasilitas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *