PJJ di Tengah Kabut Asap Kalteng, Abdul Mu’ti: Keselamatan Murid Prioritas

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kalimantan Tengah (Kalteng) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya, video Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza sempat menjadi perbincangan. Dalam video tersebut, Reza mempertimbangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kondisi kantin sekolah yang tutup terkait penerapan PJJ di tengah kabut asap.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pelaksanaan pembelajaran di daerah yang terdampak karhutla.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  'Beliau Jual Mobil Demi Masjid', Kesaksian Warga Pulau Kasu tentang Iman Sutiawan

“Kalimantan Tengah itu, menurut saya memang sebaiknya pemerintah daerah mengikuti Surat Edaran (SE) yang sudah kami terbitkan itu,” jelas Abdul Mu’ti di Grand Sahid Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pembelajaran Tetap Berjalan

Abdul Mu’ti menjelaskan, SE tersebut disusun bersama kementerian dan lembaga terkait sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran di wilayah yang terdampak karhutla.

Meski kondisi lingkungan terdampak kabut asap, kegiatan pembelajaran tetap harus dilaksanakan. Namun, proses belajar mengajar diprioritaskan berlangsung di lingkungan yang aman.

Menurut Abdul Mu’ti, pembelajaran di lingkungan aman dapat dilakukan dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh maupun di tempat tertentu yang disediakan untuk kegiatan belajar.

BACA JUGA:  Freelance Writer: Sepatu Baru Begitu Menggoda, Selanjutnya?

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid harus menjadi prioritas utama. Kegiatan pembelajaran tetap harus dilaksanakan. Tetapi pelaksanaannya diprioritaskan di, pertama, lingkungan yang aman,” tuturnya.

Dengan demikian, pemerintah daerah dan satuan pendidikan di wilayah terdampak karhutla diharapkan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi lingkungan, tanpa mengesampingkan keselamatan dan kesehatan para siswa.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *