Sistem distribusi gas melalui pipa menjadikan pasokan energi lebih stabil tanpa risiko kelangkaan tabung atau fluktuasi harga pasar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan jaringan gas ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi rumah tangga, sekaligus mendukung agenda nasional dalam transisi menuju energi rendah emisi karbon.
“Gas bumi merupakan salah satu sumber energi fosil paling bersih. Dengan meningkatnya penggunaan jargas, kami turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan mendukung target net zero emission pemerintah pada 2060,” tambahnya.
Wendi juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Batam yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi terhadap layanan jaringan gas, terutama karena kemudahan penggunaan dan manfaat ekonominya.
Program jargas di Batam diharapkan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya. PGN tengah melakukan pemetaan potensi pengembangan jaringan ke wilayah lain di Kepulauan Riau yang memiliki kepadatan penduduk dan potensi permintaan energi tinggi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas infrastruktur gas di luar tiga kecamatan yang telah terlayani. Dengan begitu, manfaat energi bersih bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” tutur Wendi.









