Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025: Kepri Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-Sumatera

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar pada Jumat malam (28/11/2025) mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

Dalam acara tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, menyampaikan perkembangan terkini perekonomian Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025 serta prospeknya pada tahun 2026.

Ardhienus menjelaskan bahwa kinerja ekonomi Kepulauan Riau tetap kuat di tengah tantangan global, termasuk tekanan geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian perdagangan dunia, serta perlambatan inflasi global yang memberi ruang bagi penurunan suku bunga internasional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  'Diterpa' Isu Global, Kepala BI Kepri: Perekonomian Bertumbuh Kuat Sejalan Peningkatan investasi

Secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% pada triwulan III 2025. Namun, Kepulauan Riau mencatat kinerja jauh lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai 7,48%, sekaligus menempatkannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra selama 27 bulan berturut-turut.

Pertumbuhan kuat tersebut ditopang oleh sektor-sektor unggulan, meliputi industri pengolahan, pertambangan, perdagangan besar dan eceran, konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor–impor.

“Stabilitas harga di Kepri juga dinilai baik. Pada Oktober 2025, inflasi IHK tercatat sebesar 0,36% (mtm) atau 2,05% (ytd). Secara tahunan, inflasi berada pada level 3,01% (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional 2,5% ± 1%,” tegasnya.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Siapkan Uang Layak Edar hingga Rp180,9 Triliun di Momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025

Ardhienus menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil sinergi kuat pemerintah daerah, TPID, dan Bank Indonesia melalui strategi 4K. Yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, hingga Komunikasi efektif.

Dari sisi keuangan, kinerja perbankan di Kepri menunjukkan penguatan. Dimana pada Oktober 2025, Kredit tumbuh 17,3%, Aset perbankan naik 11,30% serta Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,06%.

“Pertumbuhan tersebut terjadi dengan tetap rendahnya rasio kredit bermasalah (NPL), sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *