Pertamina Patra Niaga Bina KWT Kampung Berdikari Nongsa, Sabut Kelapa Disulap Jadi Cocopeat Bernilai Ekonomi

Bagi kelompok wanita tani, kegiatan tersebut bukan sekadar mengolah limbah. Lebih dari itu, keberadaan program pembinaan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Atas dukungan tersebut, KWT dan pengelola Unit Bank Sampah menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga yang selama ini memberikan bimbingan, dukungan, serta pembinaan dalam mengembangkan kegiatan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga yang sudah memberikan bimbingan, dukungan dan binaan kepada kami. Dengan adanya pendampingan ini, kami jadi lebih tahu bagaimana mengolah limbah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual,” ungkap perwakilan kelompok wanita tani.

Bacaan Lainnya

Dukungan tersebut dinilai menjadi penyemangat bagi para anggota KWT untuk terus mengembangkan kegiatan, tidak hanya dalam pengolahan cocopeat, tetapi juga pemanfaatan berbagai potensi lingkungan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Cocopeat yang dihasilkan kelompok wanita tani binaan Pertamina Patra Niaga ini memiliki fungsi penting sebagai media tanam, menggantikan atau melengkapi sekam padi yang harganya relatif lebih mahal.

Di tengah tren urban farming dan pertanian rumah tangga yang terus meningkat, kebutuhan media tanam berbasis serat organik seperti cocopeat juga ikut naik.

Pos terkait