Batam juga menjadi titik penting bagi penerbangan feeder jamaah haji dari sejumlah daerah. Terdapat feeder flight dari Pontianak, Pasir Pangaraian, dan Jambi yang terlebih dahulu mendarat di Batam sebelum perjalanan jamaah dilanjutkan menuju Makkah.
Dari sisi pelanggan, kelompok usaha Lion menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap penjualan avtur di Hang Nadim. Sejumlah maskapai seperti Super Airjet, Lion Air, Wings Air, Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan maskapai lainnya turut menjadi pengguna layanan.
Segmen penerbangan internasional, penerbangan militer, umrah, hingga kargo juga menjadi bagian dari basis pelanggan AFT Hang Nadim.
Dengan bertambahnya rute penerbangan dan meningkatnya mobilitas penumpang, Pertamina Patra Niaga melihat peluang pertumbuhan permintaan avtur masih terbuka hingga akhir 2026.
Secara keseluruhan, penjualan avtur AFT Hang Nadim pada 2026 diproyeksikan tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan 2025. Sementara khusus segmen penerbangan haji, penjualan diperkirakan turun sekitar 3 persen akibat berkurangnya jumlah kloter dari 26 menjadi 25 kloter untuk masing-masing fase keberangkatan dan kepulangan.
Sigit berharap peningkatan aktivitas penerbangan pada paruh kedua tahun ini dapat menjaga tren pertumbuhan penjualan avtur hingga akhir 2026.
“Masih ada kuartal ketiga dan keempat. Mudah-mudahan bisa mendekati atau lebih tinggi dari 2025,” ujarnya. (Imam Suryanto)
