Namun, kondisi mulai berbalik sejak 2022. Aktivitas penerbangan yang kembali meningkat membuat penjualan avtur secara bertahap mengalami pemulihan.
Dibandingkan 2021, penjualan hingga 2025 disebut telah meningkat sekitar 69 persen. Meski demikian, tingkat penjualan 2025 masih belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.
Pada 2019, capaian penjualan berada di angka sekitar 94.470 kiloliter (KL), sementara pada 2025 mencapai sekitar 76.650 KL berdasarkan grafik kinerja yang dipaparkan.
“Kalau dilihat sebelum Covid dan sesudah Covid, masih belum sampai seperti 2019,” ujarnya.
Penjualan Avtur 2026 Diprediksi Naik 5 Persen
Memasuki 2026, prospek penjualan avtur di Hang Nadim semakin terbuka seiring bertambahnya rute penerbangan dan meningkatnya mobilitas penerbangan.
Hingga Agustus 2026, penjualan rata-rata bulanan AFT Hang Nadim berada pada kisaran 6.000 kiloliter. Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.
Sigit mengatakan, secara keseluruhan penjualan avtur pada 2026 dibandingkan dengan 2025 diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
Proyeksi tersebut didukung oleh aktivitas penerbangan yang tetap tumbuh, termasuk adanya pembukaan sejumlah rute baru.
“Kami berharap penjualan tersebut masih terus bertumbuh dengan adanya beberapa pembukaan rute baru seperti penerbangan Wings Air dengan rute Batam-Dumai sebanyak dua kali dalam seminggu,” jelasnya.
