Penjualan Avtur AFT Hang Nadim 2026 Diprediksi Naik 5 Persen, Avtur Haji Turun 3 Persen

Sigit menjelaskan, rantai pasok avtur untuk wilayah Batam berasal dari dua kilang, yakni Kilang Dumai dan Kilang Cilacap. Produk tersebut kemudian diangkut menggunakan kapal dan dibongkar di Integrated Terminal (IT) Kabil, Batam.

Dari IT Kabil, avtur menjalani sejumlah tahapan filtrasi sebelum dialirkan menuju AFT Hang Nadim melalui jaringan pipa sepanjang sekitar 8 kilometer.

“Melalui beberapa kali filtrasi, mulai dari filter water separator, strainer, sampai disuplai dan dipompa ke AFT Hang Nadim melalui jalur pipa kurang lebih delapan kilometer,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Aliran avtur melalui pipa tersebut memiliki kapasitas sekitar 250-300 kiloliter per jam. Setelah tiba di AFT Hang Nadim, bahan bakar ditampung dalam empat unit tangki sebelum disalurkan kepada maskapai penerbangan.

Proses pengisian ke pesawat juga dilakukan dengan sistem filtrasi ketat. Pertamina Patra Niaga menggunakan dua moda utama, yakni kendaraan pengisian berbasis tangki atau refueller serta hydrant dispenser yang terhubung dengan jaringan hydrant di apron bandara.

Sistem hydrant memungkinkan pengisian dilakukan langsung melalui jaringan perpipaan di apron, sedangkan kendaraan refueller dapat terhubung langsung ke pesawat.

Kinerja penyaluran avtur di Hang Nadim tidak terlepas dari dinamika industri penerbangan nasional. Sigit mencatat penjualan avtur mengalami penurunan drastis pada 2020 dan 2021 ketika pandemi Covid-19 membatasi mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan.

“Penjualan turun drastis saat Covid. Pada 2020 dan 2021 turun kurang lebih 60 persen,” katanya.

Pos terkait