Pada tahap tersebut, usulan antar kelurahan akan diselaraskan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran DPRD, arah kebijakan pemerintah daerah, serta visi dan misi kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Amsakar juga memaparkan kondisi fiskal Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, apabila seluruh usulan pembangunan digabungkan, kebutuhan anggaran dapat mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan APBD saat ini berada di kisaran Rp4,27 triliun.
“Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bijak. Tidak semua usulan dapat diakomodasi. Program yang harus didahulukan adalah yang memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Amsakar mengajak masyarakat untuk tetap optimistis. Ia menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan tren positif selama sepuluh bulan kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, sementara realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target Rp60 triliun. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam terus meningkat hingga mencapai 83,8.
Menurut Amsakar, capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta derajat kesehatan warga yang semakin baik.










