Namun tingginya minat membuat pendaftaran harus ditutup lebih cepat setelah kuota terpenuhi. Bahkan setelah ditutup, masih banyak warga yang mencoba mendaftar dan terpaksa ditempatkan sebagai cadangan.
“Kita masukkan ke daftar cadangan. Dan ternyata banyak yang akhirnya bisa ikut karena ada peserta yang membatalkan. Jadi kita tetap berusaha mengakomodasi semua,” tambahnya.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman, Pegadaian mendatangkan 15 tenaga medis profesional dari Jakarta. Tahun ini, metode thermoskiller diperkenalkan sebagai teknik khitan yang lebih modern, minim pendarahan, dan tanpa jahitan.
Metode ini banyak disambut baik oleh orang tua karena dinilai lebih cepat proses pemulihannya. “Satu anak rata-rata selesai dalam 10 hingga 15 menit. Kalau ada anak yang takut atau menangis, memang butuh waktu lebih. Tapi secara umum semua lancar,” jelas Ngadiman.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 dan diperkirakan selesai hingga pukul 15.00–16.00. Meski berlangsung lama, seluruh tahapan berjalan tertib dan aman.
Khitan massal bukan hal baru bagi Pegadaian. Program ini merupakan agenda sosial tahunan yang selalu mendapatkan respon positif dari warga. Momentum akhir tahun pun menjadi pertimbangan pelaksanaan karena bertepatan dengan libur sekolah, sehingga anak-anak memiliki waktu cukup untuk pemulihan.
“Memang agak menantang karena libur panjang kadang membuat orang tua harus menyesuaikan jadwal. Tapi Alhamdulillah warga Batam tetap antusias,” tutur Ngadiman.
