OPINI : Stay Hungry, Stay Foolish: Indonesia Jangan Cepat Kenyang Menuju Ekonomi 2045

Lukita Dinarsyah Tuwo


Stay Foolish: Jangan Terlalu Pintar untuk Bertanya

Foolish tentu bukan anjuran menjadi bodoh. Ia adalah keberanian terlihat bodoh untuk sementara. Orang yang sangat takut terlihat bodoh biasanya berhenti mengajukan pertanyaan sederhana.

Mengapa izinnya harus sepanjang ini?
Mengapa anak sekolah harus lebih takut salah daripada berani bertanya?
Mengapa anggaran dianggap berhasil hanya karena terserap?
Mengapa program diteruskan karena tahun lalu juga ada?
Mengapa sebuah regulasi dipertahankan hanya karena mengubahnya terlalu merepotkan?

Bacaan Lainnya

Pertanyaan semacam itu terdengar sederhana.
Kadang justru terlalu sederhana untuk sebuah rapat yang serius.
Namun banyak inovasi besar dimulai dari pertanyaan seperti itu.

Clayton Christensen melalui gagasan innovator’s dilemma menunjukkan bahwa organisasi besar sering gagal bukan karena tidak pintar. Mereka justru sangat pintar menjalankan model yang selama ini berhasil—sampai model tersebut berubah menjadi perangkap.

Carol Dweck menyebut pentingnya growth mindset: kemampuan untuk melihat kemampuan bukan sebagai sesuatu yang sudah selesai, melainkan sesuatu yang terus dapat berkembang.

Dan teori effectuation dari Saras Sarasvathy mengingatkan bahwa entrepreneur tidak selalu menunggu semua informasi lengkap. Mereka mulai dari apa yang dimiliki, mengambil langkah yang terjangkau risikonya, belajar, lalu menyesuaikan perjalanan.

Jadi Stay Foolish kira-kira mengatakan: jangan menunggu menjadi seratus persen yakin sebelum berani bergerak.

Karena kalau semua sudah pasti, biasanya peluangnya juga sudah ditemukan orang lain.
Indonesia: Ingin Melompat, tetapi Kadang Takut Mengangkat Kaki

Indonesia sedang memasuki periode yang menentukan. Kita ingin keluar dari middle-income trap. Kita ingin melakukan hilirisasi, membangun industri berteknologi tinggi, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan dan energi, menguasai ekonomi digital, mengembangkan AI, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait