Tak lupa, terimakasih kepada Telkom yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berkarya dan berkontribusi. Terima kasih telah menjadi tempat saya menghidupi keluarga, mengembangkan diri, dan menemukan makna dari sebuah pengabdian.
Terima kasih kepada para atasan yang telah membimbing, mengarahkan, dan terkadang dengan tegas mengoreksi saya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan yang selalu ada di saat suka maupun duka. Rekans bukan hanya rekan kerja, tapi sudah menjadi keluarga bagi saya. Tawa, cerita, bahkan perdebatan kita adalah bumbu kehidupan yang membuat perjalanan karir ini begitu berwarna.
Terima kasih kepada tim yang pernah saya pimpin. Kalian telah mengajarkan saya bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang memerintah, tapi tentang melayani dan memberdayakan.
2026: Bukanlah Akhir, Tapi Awal yang Baru bagi saya.
Meskipun baju seragam biru Telkom, harus saya lipat dan simpan dengan rapih. Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Di usia menuju 58 tahun, semoga saya masih diberi kesehatan dan semangat untuk terus berkontribusi, meski dalam bentuk yang berbeda.
Mari kita sambut 2026 dengan penuh optimisme! Apapun status kita—aktif berkarya, pensiun, atau sedang dalam transisi—yang terpenting adalah kita tetap produktif, positif, dan memberikan manfaat bagi sekitar.
Terakhir, saya ingin mengutip pesan yang pernah saya dengar: “Kita tidak diukur dari seberapa lama kita bekerja, tapi dari seberapa besar jejak positif yang kita tinggalkan.” Semoga jejak kecil saya di Telkom bisa memberikan manfaat, meski secuil.
Selamat Tahun Baru 2026!
Semoga tahun ini membawa kesuksesan, kesehatan, dan kebahagiaan untuk kita semua. Semoga Telkom semakin jaya, dan Indonesia semakin maju.
Mohon maaf lahir batin,
Terima kasih untuk segalanya,
Dan sampai jumpa di kesempatan berikutnya!
Tabik,
Sabri Rasyid/Nik 680149
Jakarta, 31 Desember 2025.










