OPINI : Ekonomi 5 Persen: Terlalu Nyaman dan Betah

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Dengan kata lain, kita cukup pandai menjaga ekonomi agar tidak jatuh. Tantangannya sekarang adalah membuatnya meloncat.

Ini dua kemampuan yang berbeda. Menjaga stabilitas makro adalah seperti memastikan mobil tidak keluar jalan. Sangat penting. Tetapi untuk memenangkan perlombaan, kita juga memerlukan mesin, pengemudi, bahan bakar, aerodinamika dan pit crew yang lebih baik.

Stabilitas adalah syarat perlu. Tetapi stabilitas bukan mesin pertumbuhan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pemko Batam dan Korem 033 Bersinergi Bangun Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun 2025

Mengapa Tidak Kita Tambah Investasi Saja?
Ada jawaban yang sering muncul: investasi.
Benar.

Tetapi kita perlu berhati-hati dengan penyakit kebijakan yang sangat umum: menganggap semua investasi otomatis produktif. Dalam teori sederhana Harrod-Domar ada konsep bernama ICOR — Incremental Capital Output Ratio.

Namanya terdengar menyeramkan, tetapi maknanya sederhana:
Berapa banyak tambahan modal yang diperlukan untuk menghasilkan tambahan satu unit output?
Semakin rendah ICOR, semakin produktif investasi. Sebagai ilustrasi kasar, jika investasi Indonesia sekitar 31 persen PDB dan pertumbuhan sekitar 5 persen, ICOR berada di sekitar 6.

Kalau efisiensi investasi sama sekali tidak berubah dan kita ingin tumbuh 8 persen, investasi secara aritmetis perlu melonjak ke sekitar 42 persen PDB.

BACA JUGA:  OPINI: Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

Itu bukan jalan yang nyaman. Alternatif yang jauh lebih masuk akal adalah kombinasi:
investasi naik, tetapi produktivitas investasi juga meningkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *