OPINI : Ekonomi 5 Persen: Terlalu Nyaman dan Betah

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Apa yang cukup ketika Indonesia berada di kelompok lower-middle income belum tentu cukup ketika kita ingin menjadi negara berpendapatan tinggi.

World Bank memperkirakan reformasi terpadu pada competition, trade, finance, skills dan mobilisasi modal swasta dapat meningkatkan PDB Indonesia hingga sekitar 10 persen di atas skenario tanpa reformasi pada 2040.

Jadi peluang itu ada. Yang diperlukan bukan sekadar stimulus lebih besar, proyek lebih banyak atau slogan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Safari Ramadan di Tembesi Batam, Serahkan Bantuan untuk Yatim dan Dhuafa

Kita perlu mengubah kapasitas ekonomi itu sendiri.

Kalau selama ini mesin Indonesia nyaman menghasilkan sekitar 5 persen, tugas menuju Indonesia Emas adalah membuat mesin baru yang mampu menghasilkan 6–8 persen secara normal, tanpa harus terus-menerus dipaksa bekerja di atas kemampuannya.

Karena pertumbuhan ekonomi pada akhirnya tidak berbeda jauh dari perjalanan dengan mobil.
Pedal gas memang penting.

Tetapi kalau ingin berjalan lebih cepat, lebih jauh, dan tetap sampai tujuan dengan selamat, kadang masalah sebenarnya bukan kaki yang kurang kuat menekan pedal.

Mesinnya yang harus kita perbesar.

Jakarta, 27 September 2026
LDT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *