OPINI : Dari Job Hugging ke Job Loving: Ini Cara Biar Karier Tetap ‘Moncer’

Sabri Rasyid
Sabri Rasyid

3. Tugas baru dan Beban
Kelalaian lainnya,  kesal alias tidak sabaran saat mendapat instruksi untuk kerjakan hal baru. Dianggap sebagai beban. Belum selesai yang rutin, eh malah nongol tugas baru. Yang muncul, mengeluh bin malas. Disinilah letak kelalaian yang bisa mengakibatkan dicap kurang kreatif dan cenderung menolak tantangan baru. Apes dah.

Rupanya,
Tugas baru adalah tantangan baru. Tantangan ini yang akan membesarkan kita. Karir moncer justru akan terlihat jelas saat kita berani terlibat langsung dengan banyaknya tantangan. Bukan sebaliknya memilih diam sehingga semakin tenggelam.

Jadi
Beranikan diri menerima tantangan atau penugasan baru. Buat atasan terpesona dengan batasan2 baru yang kita buat. Tantangan baru, batasan baru.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI: Bencana Kimia Massif, Bahaya Kaporit Dalam Air

4. Delegasi dan Ilmu
Saya pernah memimpin unit dengan tim puluhan orang. Bahkan pernah juga punya tim satu orang. Tentu saja saya pernah bekerja sebagai staf paling bawah (saat awal diterima sebagai karyawan baru).

Rupanya
Saat menjadi atasan sebuah unit, jangan pernah pelit berbagi. Salah satu tugas atasan adalah mengatur dan delegasikan pekerjaan. Empowering istilah kerennya. Kita kadang malas delegasi kerjaan ke tim karena khawatir gak lekas tuntas. Jadinya repot sendiri. Merencanakan, eksekusi, evaluasi, semuanya sendiri. Padahal ada tim. Huh. Rupanya ini salah. Karena kerja itu sejatinya team work.

Jadi
Sebagai atasan harus lebih pandai berbagi. Saat delegasikan tugas jangan lupa berbagi ilmu ke tim. Jangan biarkan mereka terbang kesana-kemari, karena tidak mendapatkan arahan yang jelas. Ingat, gak perlu takut jika suatu saat, tim kita malah jadi atasan kelak. Bukankah tugas seorang pemimpin adalah melahirkan pemimpin baru berikutnya.

BACA JUGA:  OPINI: Kekuasaan Simbolik dan Erosi Kewenangan Pemimpin Daerah dalam Sistem Pemerintahan Modern

Job Hugging atau Job Hopping (fenomena kutu loncat), sama-sama pilihan di dunia kerja. Semua ada resikonya. Tergantung kesiapan mental diri menghadapinya. Yang penting, temukan kerjaan yg kamu cintai, Job Loving.

Tabik,
Sabri Rasyid
IG : @sabri.rasyid

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *