“Karena siklus hidup manusia membutuhkan perlindungan terhadap risiko jiwa, kesehatan, dan keuangan, kami mendorong generasi muda untuk mengelola keuangannya secara efektif, serta perlu memikirkan mitigasi terhadap potensi kerugian terjadinya risiko di masa depan,” lanjut Ogi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, asuransi memiliki peran strategis bagi ketahanan ekonomi Indonesia, karena asuransi bertujuan membangun sense of relevance dalam melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional.
Sementara itu, Rektor UNEJ Iwan Taruna dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Menurutnya, sektor keuangan memegang peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko perekonomian.
“Kegiatan ini sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang sangat fluktuatif, baik nasional maupun global. Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian,” ujarnya.
Iwan menambahkan, konsep manajemen risiko dan economic engagement sejatinya tidak asing bagi generasi muda. Namun, pemahaman mendalam tentang peran strategisnya masih perlu diperkuat. Ia berharap, melalui kolaborasi ini mahasiswa UNEJ mampu memahami pentingnya mitigasi risiko sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi bangsa.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi panel dengan tema “Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri”, untuk mendorong mahasiswa agar memahami peran industri asuransi dalam menjawab tantangan generasi muda, termasuk literasi keuangan, perlindungan risiko, inovasi produk, dan penguatan keuangan syariah. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia.










