KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan menunjukkan tren perlambatan signifikan sepanjang 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Oktober 2025 total piutang perusahaan pembiayaan hanya mencapai Rp505,3 triliun atau tumbuh tipis 0,68% secara tahunan (yoy).
Angka ini menurun dibandingkan September yang masih tumbuh 1,07% yoy, dan jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 8,37% yoy.
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan OJK, Agusman, menjelaskan bahwa perlambatan ini terjadi di hampir semua segmen pembiayaan, kecuali pada pembiayaan modal kerja yang justru mencatatkan kinerja impresif.
“Segmen modal kerja tumbuh 9,4% yoy per Oktober 2025, menjadi motor utama di tengah melambatnya pembiayaan lain,” ujar Agusman dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB November 2025, Kamis (11/12/2025).
Meski pertumbuhan menipis, profil risiko perusahaan pembiayaan masih berada pada level terjaga. NPL gross tercatat 2,47%, sementara NPL net berada di 0,83%, menunjukkan tekanan kredit bermasalah masih relatif stabil.










