OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, 7.500 Pramuka Ikuti Edukasi di Jambore Nasional XII

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kecakapan mengelola keuangan secara bijak, membentuk perilaku finansial yang positif, serta mempersiapkan kesejahteraan generasi muda di masa depan.

Penguatan literasi keuangan tersebut salah satunya dilakukan melalui Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terbawa tren maupun gaya hidup.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan.

Dicky menekankan, perilaku keuangan yang positif dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Menabung Jadi Fondasi Karakter Finansial

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati turut menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial sejak dini.

Menurut Anis, kebiasaan menabung tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan pribadi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Ia menilai perspektif menabung perlu bergeser dari sekadar aktivitas finansial menjadi bagian dari fondasi pembentukan karakter finansial generasi muda.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung atau mengelola uang, tetapi juga membentuk kemampuan untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif.

“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif,” kata Atip.

Selaras dengan Nilai Dasa Dharma Pramuka

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan, pembiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan.

Ia merujuk pada Dasa Dharma Pramuka ke-7 yang mengajarkan anggota untuk menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.

“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.

Menurutnya, kebiasaan menabung sejak usia muda juga dapat membantu membentuk jiwa entrepreneur di masa depan.

Kegiatan LIKE IT 2026 tersebut digelar secara hybrid dan diikuti sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menabung, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.

Kolaborasi OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka melalui Leaders Insight menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang dapat berperan sebagai agen perubahan dan duta literasi keuangan.

7.500 Pramuka Kunjungi Tenda Kampung Finansial

Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 berlangsung pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Program tersebut ditujukan bagi anggota Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai budaya menabung, pengelolaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, hingga pemahaman mengenai peran OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari LIKE IT 2026 adalah Tenda Kampung Finansial. Area edukasi tersebut menggunakan sistem rotasi dan menghadirkan berbagai kegiatan interaktif dari OJK, BI, Kementerian Keuangan, LPS, serta pelaku industri jasa keuangan.

Peserta dapat mengikuti talkshow, permainan, kuis edukatif, hingga mengunjungi berbagai booth edukasi keuangan.

Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026 tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.

Konsep tersebut diharapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap finansial positif melalui metode experience-based learning.

BACA JUGA:  Batam Diguncang Penggerebekan 210 WNA, Interpol Sebut Indonesia Target Baru Sindikat Scam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *