Sektor perdagangan, pertanian, industri halal, serta berbagai potensi ekonomi produktif lainnya dinilai membutuhkan dukungan pembiayaan yang semakin dekat dengan pelaku usaha.
Pemprov Sulawesi Selatan juga menyatakan kesiapan memperkuat sinergi program, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan ekonomi syariah.
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah keempat di Makassar dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, OJK daerah, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), DSN-MUI, Badan Wakaf Indonesia, asosiasi perbankan syariah, serta pelaku industri perbankan.
Rangkaian kegiatan mencakup sarasehan industri perbankan syariah, sosialisasi pedoman produk, dan lokakarya percepatan pengembangan ekosistem keuangan syariah Indonesia.
Melalui penguatan regulasi, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor, OJK berharap perbankan syariah tidak hanya tumbuh dari sisi aset, tetapi juga semakin berperan dalam pembiayaan dunia usaha, penguatan UMKM, dan peningkatan aktivitas ekonomi nasional.(***)
