OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, Sektor Jasa Keuangan Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Seluruh lapangan usaha tercatat mengalami pertumbuhan positif.
Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur menunjukkan penguatan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat ke level 54, tertinggi sejak Maret 2024.
Neraca perdagangan juga tetap mencatatkan surplus.

Namun, dinamika berbeda terlihat di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.057,05 pada akhir Oktober 2026 atau terkoreksi 16,70 persen secara bulanan. Secara year to date, IHSG mengalami penurunan 41,52 persen.

Tekanan pasar saham turut dipengaruhi ketidakpastian global, perubahan persepsi risiko investor, serta pengumuman MSCI terkait proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia.

Bacaan Lainnya

Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih atau net sell saham sebesar Rp16,88 triliun sepanjang Oktober 2026.
Meski demikian, jumlah investor pasar modal domestik terus bertambah.

Hingga akhir Oktober 2026, jumlah investor mencapai 33,55 juta atau tumbuh 64,75 persen secara year to date.

OJK Perkuat Pengawasan dan Perlindungan Konsumen

Selain menjaga stabilitas industri, OJK terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk menjaga integritas sektor jasa keuangan.
Di sektor pasar modal, hingga akhir Oktober 2026, OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp2,23 triliun kepada 169 pihak dalam penanganan kasus.

Pos terkait