Libatkan 700 Peserta, Dorong Talenta Keuangan Digital
Kegiatan DFL 2026 turut menghadirkan diskusi panel yang melibatkan narasumber dari OJK, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia Fintech Society (IFSoc), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), serta perwakilan pelaku industri.
Diskusi tersebut membahas perkembangan tokenisasi aset nyata, pemanfaatan teknologi blockchain, peluang pengembangan di Indonesia, hingga tantangan membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang terpercaya.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UNAIR, Ardianto, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan teknologi dan inovasi keuangan digital.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga berperan membangun kesadaran kritis mahasiswa agar mampu menilai peluang dan tantangan perkembangan teknologi secara cermat.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Asep Hikayat, menilai Surabaya memiliki potensi besar dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan digital, ditopang perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan inovasi.
DFL 2026 diselenggarakan secara hibrida dengan melibatkan sekitar 700 peserta secara daring dan luring, yang terdiri atas sivitas akademika UNAIR serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi keuangan digital, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam pengembangan riset, kewirausahaan, dan solusi teknologi, termasuk di bidang blockchain dan tokenisasi aset.
Penguatan literasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem keuangan digital Indonesia yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab.(***)











