OJK Gelar EKSiS 2025, Dorong Inklusi dan Inovasi Keuangan Syariah untuk Pemerataan Ekonomi Nasional

Selain pameran layanan keuangan syariah, EKSiS 2025 juga menghadirkan seminar, talk show, dan program edukasi publik interaktif yang menyoroti pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi umat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional.
“Indonesia memiliki lebih dari 57 juta pelaku UMKM dari Sabang sampai Merauke. Untuk menjangkau mereka, dibutuhkan inovasi teknologi dan digitalisasi,” ujarnya.

Maman mengungkapkan bahwa Kementerian UMKM tengah menyiapkan peluncuran Sapa UMKM, sebuah super app nasional sebagai wadah komunikasi dan pengaduan bagi pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.
“Sapa UMKM akan menjadi game changer yang menghubungkan kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam satu sistem terintegrasi,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengapresiasi dukungan OJK melalui penerbitan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang memperkuat akses pembiayaan syariah dan perlindungan bagi pelaku usaha kecil.
“POJK 19 menjadi back-up policy penting bagi pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia,” tambah Maman.

EKSiS 2025 di Jakarta menjadi puncak dari rangkaian ekspo keuangan syariah sepanjang tahun, setelah sebelumnya diselenggarakan di Tangerang, Palembang, Bandung, dan Mataram. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Anggota DSN-MUI Mokhamad Hidayat, dan sejumlah pejabat OJK serta Kementerian/Lembaga terkait.

Melalui kegiatan ini, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas akses keuangan syariah melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi inklusif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.(**)

Pos terkait