OJK dan Tantangan Menjaga Inovasi Keuangan Tetap Aman Lewat Regulatory Sandbox

IDNNEWS.CO.ID, OPINI – Setiap kali mendengar kata “birokrasi”, yang terbayang biasanya rapat berbelit, formulir bertumpuk, dan aturan yang membuat ide bagus membutuhkan waktu lama untuk dicoba. Tidak mengherankan jika kemudian muncul anggapan bahwa birokrasi adalah musuh inovasi.

Namun, benarkah demikian?

Jika seluruh aturan dan proses persetujuan dihapus, apakah inovasi otomatis menjadi lebih baik? Jawabannya tidak selalu.

Bacaan Lainnya

Proses yang terlihat rumit terkadang justru berfungsi sebagai penyaring untuk memastikan sebuah ide telah cukup matang sebelum diterapkan dan berpotensi berdampak kepada banyak orang.

BACA JUGA:  Mundur dari PWI, Ady Indra Pawennari: Selamat Berpisah, Sampai Jumpa di Ujung Jalan

Karena itu, birokrasi memiliki dua kemungkinan wajah. Ia dapat menjadi penyaring yang membuat sebuah ide semakin teruji, tetapi juga dapat berubah menjadi hambatan apabila desain prosesnya tidak tepat.

Tantangannya bukan sekadar memilih antara ada atau tidak ada aturan. Yang lebih penting adalah merancang aturan yang benar-benar mampu menyaring kualitas tanpa menghambat inovasi.

Ketika Kritik Terstruktur Justru Membuat Karya Lebih Baik

Salah satu contoh menarik dapat dilihat dari studio animasi Pixar. Perusahaan tersebut memiliki forum bernama Braintrust, tempat sejumlah sutradara senior menonton film yang masih dalam tahap pengembangan dan memberikan kritik secara terbuka.

Menariknya, anggota Braintrust tidak memiliki kewenangan untuk memaksa perubahan. Mereka hanya memberikan masukan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan sutradara.

BACA JUGA:  Dorong Pertumbuhan Industri MRO, Deputi V BP Batam Tinjau Progres Pembangunan Bandara

Kondisi tersebut justru dapat membuat proses kritik berjalan lebih terbuka. Para sutradara memiliki ruang untuk mengakui bahwa sebuah karya masih memiliki kekurangan tanpa merasa posisinya sedang terancam.

Prinsip serupa juga ditemukan dalam dunia jurnal ilmiah. Sebelum sebuah penelitian diterbitkan, tulisan tersebut harus melalui proses pemeriksaan oleh sesama peneliti.

Prosesnya dapat memakan waktu dan terkadang terasa merepotkan. Namun, mekanisme tersebut bertujuan memastikan tulisan yang diterbitkan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan draf awal.

Contoh lain memiliki taruhan yang jauh lebih besar, yakni proses persetujuan obat baru.

Dari ribuan zat yang diteliti di laboratorium, hanya sebagian kecil yang mencapai tahap pengujian pada manusia dan biasanya hanya satu yang akhirnya menjadi obat yang dapat dipasarkan.

BACA JUGA:  Amsakar: Pekan Pengembangan Ekspor, Memotivasi Batam untuk Memperkuat Potensi Daerah

Proses panjang dan berlapis tersebut bukan sekadar formalitas. Penyempurnaan proses persetujuan bahkan dapat membantu mempercepat obat baru sampai kepada pasien tanpa mengorbankan aspek keamanan.

Ketiga contoh tersebut memiliki kesamaan. Kritik diberikan oleh orang yang memahami bidangnya, hasil kritik berupa masukan dan bukan semata-mata vonis akhir, serta terdapat standar penilaian yang diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat.

Birokrasi dengan karakter seperti ini dapat dianalogikan seperti saringan kopi: menahan ampas, tetapi tetap membiarkan bagian yang berkualitas masuk ke dalam cangkir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *