Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menunjukkan perbaikan. Kredit UMKM tumbuh 1,62% yoy pada Juli 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 1,05% yoy pada Juni 2026.
Berdasarkan kepemilikan bank, kelompok bank BUMN mencatat pertumbuhan kredit tertinggi, yakni sebesar 16,95% yoy.
Di tengah ekspansi kredit yang semakin kuat, margin perbankan justru masih berada dalam tren penurunan.
OJK mencatat net interest margin (NIM) perbankan pada Juli 2026 berada di level 4,32%. Angka tersebut turun tipis dari 4,34% pada Juni 2026.
Jika dibandingkan dengan posisi Juli 2025, penurunan NIM terlihat lebih dalam. Pada periode tersebut, NIM perbankan masih berada di level 4,57%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa akselerasi penyaluran kredit belum serta-merta meningkatkan margin bunga bersih yang diperoleh perbankan. Bank menghadapi kondisi ketika pertumbuhan volume kredit berlangsung kuat, sementara margin yang dihasilkan cenderung menyempit.
Tekanan juga tercermin dari indikator profitabilitas. Return on Assets (ROA) perbankan turun menjadi 2,45% pada Juli 2026, dari 2,47% pada Juni 2026.











