Nyanyang Haris Pratamura Pimpin ABPEDNAS Kepri, 175 Desa Siap Disinergikan

“Kita yakin kehadiran ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa ini memiliki peran yang sangat strategis sebagai ajang musyawarah antardesa, membantu mempercepat pengembangan potensi desa, membangun inovasi masyarakat di desa dan yang paling penting menjaga keutuhan NKRI,” kata Ansar.

Menurut dia, desa memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat serta bagian penting dalam menjaga kedaulatan wilayah, khususnya di kawasan perbatasan.

“Yang penting kita bekerja keras menjaga keamanan, menjaga keutuhan negeri ini. Agar desa-desa kuat, insyaallah negara akan hebat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Buka Peluang Kerjasama, Wagub Kepri Terima Kunjungan Kerja Konjen Tiongkok

MBG Berpotensi Gerakkan Ekonomi Desa
Pemprov Kepri juga menempatkan sejumlah program prioritas nasional sebagai instrumen yang dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ansar menyebut pelaksanaan MBG di Kepri telah mencapai 87,47 persen dengan cakupan 594.278 penerima manfaat melalui 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tujuh kabupaten/kota.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi apabila rantai pasoknya melibatkan pelaku usaha lokal, petani, nelayan, UMKM dan produsen pangan dari desa.

Artinya, kebutuhan bahan baku program MBG dapat menjadi pasar baru bagi ekonomi lokal apabila dikelola dengan melibatkan pelaku usaha dan kelompok masyarakat di daerah.

BACA JUGA:  BP Batam Raih Penghargaan JDIH Nasional 2026, Nilai 100 dan Predikat AA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *