Museum dan Monumen Bahasa Nasional Dibangun di Pulau Penyengat, Mendagri: Jadi Bukti Sejarah Bahasa Persatuan

Berpotensi Jadi Wisata Sejarah dan Budaya

Tito berharap museum tersebut tidak hanya memperkenalkan sejarah bahasa Melayu kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mempertemukan sejarah bahasa Melayu dengan masyarakat di negara-negara serumpun, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Ia juga menyebut Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah menyampaikan rencana pengembangan museum yang akan mengangkat sejarah dan perjalanan bahasa Melayu hingga menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dorong Ekonomi Kerakyatan, OJK Lakukan Relaksasi Regulasi Pembiayaan Lewat POJK 35/2025

Dengan konsep tersebut, Tito melihat Pulau Penyengat memiliki peluang untuk semakin berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Dalam perjalanan ke sini tadi, Gubernur Ansar sudah membicarakan bahwa museum ini akan berisi sejarah dan ceritanya. Saya yakin ini akan menjadi objek wisata yang menarik dan akan terus dikembangkan,” ujarnya.

Tito juga berpesan agar pembangunan dan keberadaan Monumen dan Museum Tugu Bahasa dijaga secara berkelanjutan.

Ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan oleh pemerintahan Kepulauan Riau di masa mendatang sehingga nilai sejarah Pulau Penyengat dan perjalanan bahasa persatuan Indonesia dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Siapa pun yang menjabat nantinya, saya harap bisa meneruskan, sehingga betul-betul menjadi bukti nyata bahwa bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari Pulau Penyengat,” tutupnya. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *